Pengalaman Pribadi Vaksin Covid-19 di Puskesmas Kasihan 2 Bantul - dipastoria.com

Breaking

logo

Pengalaman Pribadi Vaksin Covid-19 di Puskesmas Kasihan 2 Bantul

Pengalaman Pribadi Vaksin Covid-19 di Puskesmas Kasihan 2 Bantul

Akhirnya pada hari Rabu, 28 Juli 2021 bisa mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah. Setelah melewati beberapa proses pendaftaran melalui media sosial, melalui postingan informasi vaksin gratis di grup WhatsApp yang sangat melelahkan. Pernah juga mendapatkan kesempatan untuk vaksin di daerah Kelurahan di wilayah Kapanewon Jetis, sesuai dengan alamat KTP yang berlaku. Namun, setelah pada hari H dijadwalkan, saya kaget bukan kepalang karena antriannya sangat panjang. Mendapatkan nomor urut 107, sementara sedang berlangsung baru diurutan 48. Segera menemui petugasnya lalu mengatakan kalau saya tidak bisa untuk melanjutkan, ini sangat lama itu argumen yang keluar dari kepalaku. Saya perhatikan keadaan di sekitar Puskesms tersebut, malah berkerumun karena banyaknya masyarakat untuk mendapatkan vaksin. Bergegas untuk balik ke tempat parkir, lalu pulang.

 Belum rejeki, gumamku dalam hati.
***
Pengalaman Pribadi Vaksin Covid-19 di Puskesmas Kasihan 2 Bantul
Gedung Puskesmas Kasihan 2 Bantul

Ketika di rumah asyik mengobrol dengan istri, menceritakan pengalaman tentang vaksin di area Jetis yang tidak jadi. Kemudian mencoba mendaftarkan di Puskesmas Kasihan 2 Bantul yang notabene merupakan tempat bekerja istri saat ini. Cukup memberikan foto KTP, lalu dikirimkan melalui WhatsApp. Nunggu informasi mengenai pelaksanaan vaksin tersebut, lewat beberapa hari diinfokan jika jadwal yang keluar adalah pada hari Rabu, 28 Juli 2021. Yes, Alhamdulillah senangnya bukan main.

Berangkat kerja berboncengan menggunakan sepeda motor dengan istri, memakai pakaian kemeja warna putih dengan bawahan warna gelap. Kebetulan setelah jadwal vaksin ada kegiatan seminar tentang desa wisata melalui aplikasi zoom meeting, sehingga bolehlah sambil menyelam minum air. Sampai di area Puskesmas Kasihan 2 Bantul sekitar pukul 08.25 WIB, suasana sudah ramai dengan pengunjung. Maklum tempat ini merupakan kompleks pemerintahan cukup sibuk, karena berdampingan dengan Kantor Kelurahan Tirtonirmolo, Kantor Kapanewon Kasihan, Kantor Pos Kasihan, Koramil 03 Kasihan Bantul, KUA Kapanewon Kasihan, dan lingkungan pabrik gula Madukismo.

Segera memparkir sepeda motor, lalu bergegas naik ke lantai 2. Tempat itu merupakan tempat untuk dilakukan proses vaksinasi, menurut informasi yang saya dapatkan bahwa jenis vaksinnya adalah Sinovac.

Masuk ruangan lantai 2 sudah disiapkan kursi-kursi yang ditata rapi dengan berjarak. Kursi ini digunakan untuk mengantri para pendaftar penerima vaksin. Bergantian bergeser ke sebelah kanan, berurutan dan berjalan dengan rapi. Nunggu sekitar 10-15 menit, sambil terus bergeser ke kursi selanjutnya.

Cukup membawa KTP yang berlaku kepada petugas. Lalu dicek di komputer mengenai nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan) apakah sudah pernah divaksin atau belum. Cepat sekali, dan segera KTP dikembalikan, petugas menyerahkan form untuk dilakukan proses screening. Ada beberapa poin-poin tentang pertanyaan mengenai seputar gejala Covid-19, ya mirip-mirip seperti mau donor darah. Saya tak perlu mengisinya.

Tiba giliran saya, form tadi diserahkan ke petugas. Dengan antusias petugas sambil membawa pulpen menanyakan pertanyaan dalam form tersebut. Saran saya, mohon dengan sangat untuk menjawab dengan jujur ya. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Karena nantinya akan berujung fatal. Singkat cerita, pernah mendapatkan informasi ada seseorang yang meninggal setelah vaksin, dan itu memang benar terjadi, saudaranya teman saya pernah mengalaminya. Usut punya usut ternyata ketika proses screening ini orang itu tidak jujur, misalnya tentang ada gejala hipertensi, diabetes, lemah jantung, sesak nafas, dan lain sebagainya. Sekali lagi saya sarankan, mohon dijawab dengan sejujur-jujurnya ya!

Cukup membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk menjawab pertanyaan dalam proses screening tersebut. Bergeser kursi lagi, lalu menunggu antrian dalam penyuntikan vaksin. Ohya ruangannya di lantai 2 Puskesmas Kasihan 2 Bantul sangat nyaman, adem karena ada AC nya, petugasnya responsive dan cekatan. Satu lagi ternyata Kepala Puskesmas Kasihan 2 Bantul nya Ibu drg.Elmi Yudihapsari, MPH turun langsung dalam mengarahkan dan melayani warga masyarakat, saya menyaksikan betul beliau sangat ramah dan antusias dalam melayani masyarakat, waw keren applause buat beliau.

Tidak berapa lama, nama saya dipanggil dan segera menuju bilik vaksin yang sudah disediakan. Bilik ini cukup kecil (maaf tidak diperkenankan mengambil gambar) dan berwarna hijau. Fungsi bilik hijau ini untuk menutupi bagian pribadi yang semestinya tidak dilihat orang lain penerima vaksin ketika penyuntikan vaksin dilakukan. Sehingga tidak terlihat oleh orang lain, privasi pun juga diperhatikan baik oleh pihak Puskesmas Kasihan 2 Bantul. Keren dah!

Saya sarankan ketika mau vaksin, tidak perlu memakai jaket. Cukup memakai kaos terutama yang laki-laki, untuk yang perempuan bisa memakai kaos yang agak longgar dan mudah ketika digulung di lengannya. Hal ini sangat membantu petugas, sehingga ketika mau disuntik vaksin. Lengan kaos cukup digulung ke atas, lalu tinggal disuntik. Memudahkan petugas dalam melnyelesaikan tugasnya.

Pengalaman, karena kemaren saya memakai kemeja pas body, sedikit repot ketika lengan digulungkan ke atas. Kurang longgar, jadi membuat petugas menghabiskan waktu lebih banyak dari biasanya. Mohon maaf ya bu petugas, sekali lagi saya sengaja.
Ayo vaksin di Puskesmas
Selesai di vaksin Sinovac

Alhamdulillah, proses penyuntikan vaksin dilakukan hanya beberapa detik, yang lama proses menggulung lengan baju tersebut. Menunggu di kursi antrian, untuk mendapatkan kartu vaksin yang ditandatangani oleh petugas. Ada keterangan mengenai informasi telah dilaksanakannya vaksin dosis 1 dan vaksin dosis ke 2. Setelah mendapatkan kartu tersebut, saya langsung keluar ruangan, duduk ditempat yang sudah disediakan. Sambil memakai hand sanitizer yang telah disediakan dan menunggu beberapa menit biar ketika ada keluhan masih berada di area Puskesmas (pikirku), lalu pulang. Akhirnya berhasil juga mendapatkan vaksin gratis dosis 1 dari pemerintah.
Kartu Imunisasi Covid-19
Kartu Imunisasi Covid-19
Sertifikat Vaksinasi Covid 19 Dosis 1
Sertifikat Vaksinasi Covid 19 Dosis 1

Ada beberapa alasan, mengapa saya mencari dan akhirnya mau untuk di vaksin dari pemerintah, karena for your information awalnya saya termasuk orang yang tidak mau divaksin, menurutku waktu itu vaksin itu tidak penting. Alasan saya mau divaksin pemerintah diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mendukung Usaha dan Ikhtiar Pemerintah

Kita mengetahui bahwa vaksin yang diberikan pemerintah dari jenis AstraZaneca, Sinovac, Sinopharm dan sebagainya itu adalah gratis, tidak dipungut biaya sedikitpun. Ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga negaranya. Jika kita melihat di luar negeri sudah tidak memakai masker, melihat meriahnya supporter EURO 2000 tanpa jarak lagi di stadion. Itu salah satunya karena negara lain sudah berhasil dalam melakukan vaksin untuk warga negaranya. Lebih dari 50 persen sudah divaksin, sementara Indonesia? Silakan jawab sendiri?

2. Vaksin itu statusnya Halal

Sebagai warga muslim, tentu syarat Halal dalam hal memasukkan segala sesuatu ke tubuh adalah wajib dan mutlak. Karena ini menyangkut keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah ta’ala. Negara Indonesia sudah ada badan resmi yang memutuskannya yakni MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah memutuskan bahwa vaksin Sinovac adalah Halal tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 02 dan 14 Tahun 2002. Organisasi Besar Islam seperti Muhammadiyah juga mendukung fatwa MUI dan Keputusan BPOM terkait vaksin, 

"Prinsip kami sepanjang MUI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak ada persoalan, Muhammadiyah akan menyesuaikan,” ujar Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohammad Masudi kepada Tempo, Jumat 19 Maret 2021.

So, mau butuh argumen apalagi? Kedua alasan di atas cukup untuk dijadikan dasar untuk proses vaksin.

3. Sertifikat Vaksin

Setelah mendapatkan suntikan vaksin, maka akan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah. Hal ini untuk menguatkan bahwa ada bukti otentik bahwa kita pernah di vaksin, dan sertifikat ini penting menurut saya. Karena jujur saya sering ikut pelatihan seminar tentang kewirausahaan dan pelatihan pemasaran online misalnya. Ketika suatu saat ditanya petugas agar menunjukan sertifikat vaksin tentu saya tidak usah khawatir, tinggal ditunjukkan saja. Sertifikat ini bisa dilihat, diprint dan dipantau di halaman website www.pedulilindungi.id. Kemarin saya paginya dilakukan vaksin, sekitar pukul 18.00 WIB sertifikat vaksin sudah muncul dan bisa di download di halaman tersebut.

4. Saya Ingin Sehat dan Kuat

Semua orang berpeluang untuk terpapar virus Covid -19, meskipun sudah menerapkan prokes yang ketat. Kita tahu banyak berita di media sosial yang valid alias no Hoax, ada publik figur yang tidak keluar rumah, menerapkan prokes dengan sangat ketat. Ketika dilaukan test swab antigen hasilnya positif. Dan hal ini sering terjadi. Semua orang berpeluang untuk terpapar, untuk itu jikalau seandainya harus ditakdirkan untuk terpapar virus itu (semoga tidak) setidaknya efeknya tidak separah ketika tidak divaksin, tidak sefatal ketika tidak di vaksin, itulah pendapat yang saya yakini.

So, silakan renungkan apa yang sudah saya tuliskan berdasarkan pengalaman pribadi, berpikirlah jernih, dan berpikirlah untuk kebaikan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi. Jangan sampai kamu menjadi alasan orang lain bisa celaka karena singkat angkuh dan egomu yang tinggi.


Terimakasih untuk para petugas Puskesmas Kasihan 2 Bantul, semoga Allah ta’ala selalu menjaga dan mencatat amal kebaikannya dalam melayani masyarakat dan berjuang melawan wabah covid-19 ini. Sampai ketemu lagi insyaAllah 28 Agustus 2021 lagi yak.

Selamat memburu vaksin gratis dari pemerintah dan terimakasih sudah membaca.

Catatan:
- Selama vaksin yang saya rasakan hanya pegal-pegal dibagian tubuh yang disuntik. Rasanya lebih pegal daripada ketika disuntik jarum donor darah
- Tidak merasa pusing setelah vaksin, hanya setelah tidur siang ketika bangun merasakan kepalanya sedikit pusing. Setelah bakda maghrib sudah hilang



Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact

Trending