Review Film : 212 Power of Love, Kenangan Indah Muslim Indonesia - dipastoria.com

Breaking

logo

Review Film : 212 Power of Love, Kenangan Indah Muslim Indonesia

Review Film : 212 Power of Love, Kenangan Indah Muslim Indonesia

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, akhirnya bisa juga menonton film “212 Power of Love” di bioskop. Sebetulnya sudah lama menginginkannya ketika kali pertama film layar lebar di launching 9 Mei 2018 kemarin. Waktu itu saya mendapatkan informasi dari media sosial Instagram dan balasan chat dari teman-teman organisasi bahwa tanggal itu ada acara nonton bareng di bioskop Jogjakarta. Nah, setelah melihat tanggal 9 Mei harinya Rabu, sudah saya memutuskan untuk tidak menontonnya lebih dahulu. Sedih dah :(

212 Power of Love, Kenangan Indah Muslim Indonesia
Poster Film: 212 Power of Love via aceh.tribunnews.com

Pertama karena tanggal 9 Mei saya masih bekerja, karena tidak hari libur. Kedua karena informasi dari penyedia jasa nonton bareng di bioskop seluruh Jogjakarta semuanya sudah penuh. Luar biasa, bahkan saya mau booking tiket saja sudah dijawab, 

“Sudah penuh mas, kuotanya habis.” 
Wah, ternyata luar biasa juga animo masyarakat Jogja akan hadirnya film yang di sutradarai oleh Jastis Arimba. Film sebagai kenangan indah muslim di Indonesia, sebuah peristiwa besar yang mampu menggetarkan seluruh warga muslim di belahan dunia. Masyaallah!

Singkat cerita kemarin malam setelah puang kerja lembur di Goebog Resto segera cabut ke daerah Babarsari, sengaja saya berangkat menuju area Babarsari, mengingat pemutaran film 212 Power of Love yang masih tersedia di jam malam ya hanya CGV J-walk Jogjakarta, yap pada pukul 20.15 WIB. Akhirnya secara spontan, setelah pulang kerja pukul 18.30 WIB, segera pergi ke daerah Babarsari Jogjakarta.

Segera mencari masjid terlebih dahulu karena harus menunaikan sholat isyak dan tarawih, jujur selama bulan Ramadhan target saya adalah jangan sampai tidak sholat secara berjamaah di masjid dan harus rutin sholat tarawih di masjid. Akhirnya menemukan masjid di daerah Babarsari, nama masjidnya saya lupa. Lokasi ada di sebelah utara Mall J Walk Jogjakarta. Malam itu diberikan Allah ta’ala nikmat berupa hujan sangat deras, sempat juga membuat nat menonton film frustasi,
 
212 Power of Love, Kenangan Indah Muslim Indonesia
Alhamdulillah, jadi nonton boy?

“Ah ini lanjut gak ya nonton filmnya?” 

Saya mulai bimbang. Namun, segera kutepis pikiran jelek itu, kalau menonton tidak malam ini ya mau kapan, keburu udah ditutup jadwal pemutarannya. Serius mau ditunda? Gak rugi sudah sampai daerah Babarsari, begitulah bisikan-bisikan postitif ada dipikiranku. Wajarlah, karena belum selesai film ini booming dipasaran sudah di hantam promosi oleh film Deadpool2, nah kalau saya jelaslah milih film 212 Power of Love, yang diangkat berdasarkan cerita nya peristiwa Aksi Damai Bela Al Qur’an Jilid III pada tanggal 2 Desember 2016 silam. Naskah fim ini ditulis oleh Helvy Tiana Rosa, sorang penulis yang kemampuannya patut diacungi jempol.

***

Film ini menceritakan kisah Rahmad (Fauzi Baadila), seorang jurnalis profesional sebuah majalah ternama Republik. Salah satu lulusan jurnalis terbaik lulusan Harvard University Amerika Serikat. Memiliki karakter dingin, sinis, egois hanya mementingkan ideologinya sendiri. Egoisnya tampak dari caranya berbicara, ditambah kontak mata akting sang aktor memang sudah tidak dragukan lagi. Menurutku suksesdalam memerankan tokoh utama ini. Karena sikap dinginnya itu, postur tubuhnya yang kekar dan berotot sangat pas untuk peran karakternya.

Salah satu teman akrabnya hanya Adhin (Adhin Abdul Hakim) penampilan bak seorang rocker, dengan rambut gondrong diurai, pakaian flanel, dengan kamera DSLR selau dibawanya, dengan jenggot lebat yang sering bilang Radikalis Romantis, aktingnya sering membuat penonton terpingkal-pingkal dibuatnya. Dari awal memang Rahmad sudah negatif tingking dengan nama Islam, selalu saja berprasangka buruk tentang agama Islam, padahal dia sendiri adalah penganut agama Islam. Bahwa tulisannya di majalah Republik itu dikenal sering menyudutkan agama Islam bahkan cenderung membuat suasana memanas layaknya kompor yang siap meleduk kapan saja dan di mana saja..

Tiba-tiba Rahmad mendapatkan kabar bahwa ibunya meninggal dunia, saat itu juga memutuskan untuk kembali pulang di Ciamis tanah kelahirannya. Singkat cerita abah Rahmad bernama Ki Zainal, beliau adalah salah satu tokoh agama yang disegani oleh masyarakat Ciamis. Rahmad pun kembali bernostalgia dengan bertemu sahabat kecilnya yakni Yasna (Meida Sefira) dan Abrar (Hamas Syahid) adik Yasna. Karena hubungan seorang bapak kepada anaknya kurang harmonis akhirnya Rahmad memutuskan untuk segera balik ke Jakarta. Namun karena mendapat informasi bahwa ada kasus penistaan kepada al quran Ki Zainal bersama santri Ciamis akan melakukan aksi long march ke Jakarta. Untuk mengikuti Aksi Damai 2 Desember 2016 di Monas Jakarta.

Dari awal memang Rahmad sudah negatif thingking dengan agama Islam, apapaun serba serbi tentang Islam selalu dikaitkan dengan radikalisme, kekerasan dan aksi longmarch ini adalah sebuah aksi konyol yang dimanfaatkan oleh segelintir elit politik semata apalagi aksi ini digelar dengan mengusung aksi damai, ah omong kosong begitulah persepsi Rahmad saat mendengarnya.

Namun siapa sangka dari kejadian tak sengaja karena harus menemani abahnya yang mulai sakit sakitan, akhirnya Rahmad bersama Adhin sampai juga ke Jakarta. Rahmad menyaksikan sendiri bahwa aksi ini memang aksi super damai, tidak ada kebencian kepada suatu etnis tertentu, tak ada ujaran kebencian seperti yang biasa dituduhkan masyarakat saat ini. Bagaimana mau bilang aksi ini aksi makar, lha wong rumput saja tak dirusak dan tak diinjak, Padahal massa yang hadir di Monas Jakarta itu tak lebih tidak kurang dari 7 Juta orang dari seluruh pelosok wilayah Indonesia. Tak ada yang bisa membayar kehadiran semua, peserta aksi damai ini, semata mata dilaksanakan karena rasa cintanya kepada Allah ta’ala, rasa cintanya kepada al quran dan rasa cintanya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) begitulah kiranya.

Berawal dari situlah pikiran Rahmad muai terbuka bahwa selama ini telah salah dalam menilai agama Islam, Islam ternyata adalah agama rahmatan lil ‘alamin, Islam adalah agama penuh kedamaian dan kesejukan, serta keindahan tidak seperti yang sering dituduhkan kepada oknum-oknum tertentu yang tak menyukai agama Islam bangkit dan meraih kejayaan lagi. Dengan hal diatas akhirnya Rahmad menyadari bahwa sudah keliru dalam menulis apapun tentang Islam.

Pesan:

Lakukan komunikasi intensif dengan orang orang terdekatmu bisa kepada orang tua tentang segala sesuatu yang dialami, Jalin komunikasi dua arah yang baik antara anak dan keluarga, Komunikasi antara anak dan seorang bapak adalah penting, agar keinginan anak tidak tertekan oleh keinginan Bapaknya sementara keinginan bapaknya juga tidak bisa mendikte memenjarakan kemauan anaknya. Semua harus saling mengerti dan memberikan perhatian, satu sama lain.

***
Yes, akhir saya bisa menonton juga film kenang-kenangan Aksi Damai 212 kemarin. Haru juga melihat peristiwa maha dahsyat itu diceritakan kembali, para barisan ulama, barisan para artis hijrah dan barisan para manusia saling memberi makanan, saling membantu melayani orang lain lebih dahulu. Dalam jumlah masa lebih kurang 7 juta. Kondisi sangat damai, rumput pun diindungi tidak diinjak, dan sampah liar tidak berseliwaran di mana-mana. Yah, film “212 Power of Love” mengingatkan kami akan memori indah bersatunya umat muslim Indonesia, berawal dari penistaan al qur’an oleh salah satu pejabat tinggi Jakarta, akhirnya umat muslim Indonesia terbukti masih eksis, masih punya kekuatan dan masih punya nyali untuk menjadi benteng terdepan dalam melindungi NKRI. 

212 Power of Love, Kenangan Indah Muslim Indonesia
Semoga Allah selalu melindungi guru-guru dan para ulama kami

Buruan nonton selama bulan Ramadhan, untuk mengisi kegiatan ibadah puasa. Ntar keburu di tutup loh filmnya, insyaallah film ini sangat bermanfaat dan berguna untuk sarana mempertebal iman dan taqwa kepada Alla subhanahu wa ta’ala. Aamiin ya robbal’alamiin, luar biasa!Mantap!

Noh, liat dahulu trailer filmnya di bawah ini, check this out :)

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact

Trending